Asal usul dan sejarah Gunung merapi

 


Menjadi gunung api teraktif di Indonesia. Merapi terletak di Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT. Ketinggian Merapi mencapai 2968 mdpl dan di anggap sebagai gunung berapi paling berbahaya di Indonesia. Berdasarkan penelitian para ahli, gunung Merapi akan mengalami erupsi setiap 2 sampai 5 tahun sekali. Sejak tahun 1548, Gunung Merapi erupsi sebanyak 68 kali. Sejarah nama Gunung Merapi di ambil dari kata meru yang berarti gunung dengan kata Api, sehingga terbentuk kata Merapi.

Dalam rangkaian Gunung Berapi, Gunung Merapi menjadi rangkaian gunung termuda dari gunung yang mengarah ke selatan pulau jawa dari Gunung Ungaran, Gunung Merbabu dan Gunung Merapi. Gunung Merapi secara Geologis terbentuk karena aktivitas di zona subduksi lempeng Indo-Australia yang bergerak kebawah lempeng Eruasia. Sehingga memunculkan aktivitas vulkanik di sepanjang bagian tengah pulau jawa. Sejarah Gunung Merapi sudah ada sejak 400 ribu tahun lalu.

Menurit peneliti P. Berthommier mengatakan jika fase pra-merapi terjadi kurang lebih 400 ribu tahun lalu. Awalnya bentuk gunung merapi belum seperti sekarang, dulu terdapat gunung dengan nama Gunung Bibi. Setelah Gunung Bibi hancur dan meledak munculah gunung baru sekitar 60 ribu tahun lalu di sebelah baratnya. Gunung Bibi disebut juga dengan Merapi tua atau Merapi Purba. Gunung merapi yang saat ini kita lihat merupakan bentukan gunung merapi yang baru terbentuk 2000 tahun yang lalu.


.

Dan jika menurut Cerita rakyat, asal usul Gunung Merapi yang melegenda. Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan DIY dengan ketinggian mencapai 2.968 mdpl, sesuai cerita rakyat terbentuk dari perseteruan dua empu sakti dengan batara dan dewa dari Khayangan. 

Bagaimana asal usul mengenai Gunung Merapi ini? Berikut cerita rakyat Yogyakarta, asal usul Gunung Merapi. 

Pada dahulu kala, di daerah utara tanah Jawa tepatnya di lokasi keberadaan Gunung Merapi, merupakan kawasan hutan yang sangat lebat. Di hutan ini hiduplah 2 orang empu pembuat keris yang sangat sakti. 

Mereka adalah Empu Rama dan Empu Pamadi, yang selalu menyalakan tungku perapiannya untuk membuat keris. Mereka membuat keris tanpa bantuan alat-alat lain dan hanya mengandalkan tangan kosong untuk menempa dan menghaluskan keris yang masih panas. 

Sedangkan nan jauh di sisi selatan dari hutan tersebut terdapat sebuah gunung di daerah pantai dengan bebatuan karang. Gunung tersebut bernama Gunung Jamurdipa yang sudah tidak aktif. 

Pada suatu hari, Batara Narada dan Dewa Penyarikan berkeliling dan mengamati keadaan Gunung Jamurdipa dari atas langit. Setelah berkeliling dan mengamati keadaan Gunung Jamurdipa, Batara Narada dan Dewa Penyarikan kembali ke kayangan. “Bagaimana hasil penyelidikan kalian di Gunung Jamurdipa?” ucap Batara Dewa.

Batara Narada dan Dewa Panyarikan menjelaskan kondisi Gunung Jamurdipa lah yang menyebabkan Pulau Jawa miring ke arah selatan dan harus segera memindahkan gunung tersebut ke daerah tengah agar Pulau Jawa tidak semakin tenggelam. 

Kedua juga menjelaskan ada lokasi di sisi tengah berupa hutan lebat yang bisa untuk lokasi gunung. Mendengat penuturan ini, Batara Guru memerintahkan Batara Narada dan Bewa Panyarikan untuk datang ke daerah utara dan berdiskusi dengan kedua empu tersebut. 

Empu Rama dan Empu Pamadi yang sedang melihat hasil pahatan kerisnya, terkejut melihat kedatangan Batara Narada dan Dewa Panyarikan ke tempat tinggalnya. Batara Narada kemudian menyampaikan maksud kedatangannya untuk minta izin mengenai pemindahan Gunung Jamurdipa karena Pulau Jawa bisa tenggelam. Keduanya juga memohon kedua empu untuk berpindah dari hutan.

Mendengart penuturan ini, Empu Rama dan Empu Pamadi menolak permohonan itu. Sebab jika mereka pindah kualitas keris yang dihasilkan tidak akan sebagus yang mereka buat selama ini. 

Perundingan lama kedua belah pihak tidak ada titik temu. Akhirnya Batara Narada membujuk kedua empu dengan cara yang kasar. Namun kedua empu bersikeras mempertahankan wilayahnya sehingga terjadilah pertarungan. Pertarungan sengit terjadi cukup lama dan tidak ada tanda tanda akan adanya pemenang hingga keesokan harinya. 

Dengan terpakasa Batara Narada dan Dewa Penyarikan kembali ke kayangan untuk memberitahukan berita tersebut kepada Batara Guru. Mendengar hal tersebut, Batara Guru memerintahkan Batara Narada dan Dewa Panyarikan untuk memindahkan Gunung Jamurpadi ke hutan tersebut meskipun 2 empu sakti itu tidak mau pindah.

Batara Narada dan Dewa Panyarikan kemudian membawa Gunung Jamurdipa terbang dari selatan ke Utara untuk dipindahkan. Disisi lain Empu Rama dan Empu Pamadi terkejut melihat sebuah benda besar terbang diatas mereka. Gunung Jamurdipa jatuh dan menimpa kedua empu tersebut. 

Gunung Jamurdipa sudah resmi berpindah lokasi namun dari atas puncak gunung, keluar asap putih yang ternyata berasal dari tungku perapian kedua empu membuat keris. Sejak itu Gunung Jamurdipa lebih dikenal dengan nama Gunung Merapi.

Itulah cerita rakyat Yogyakarta, asal usul Gunung Merapi yang terkenal kokoh dan gagah. Pelajaran dari cerita rakyat tersebut yang bisa kita ambil adalah, jangan menggunakan kekerasan atau cara jahat untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.


ya kurang lebih seperti itu lah Menurut cerita rakyat 

Btw Terimakasih sudah mampir di blogspot ku ya kawan kawan 

Next aku harus buat apa lagi komen ya 

Terimakasih 

Komentar